PEMANFAATAN MULTIMEDIA DALAM PEMBELAJARAN
MULTIMEDIA
DALAM PEMBELAJARAN
Ulya Qurrota
Ayunin
NIM.
202210631012975/PGSD 07
Multimedia artinya yaitu
penggunaan media tidak hanya dari 1 jenis tetapi dikombinasi dengan media-media
lainnya. Misalnya berupa kombinasi media teks, grafik, animasi, suara dan
video. Terkait dengan hubungan antara multimedia dan pembelajaran, maka dapat
diartikan sebagai pembelajaran yang didesain dengan menggunakan berbagai media
secara bersamaan seperti teks, gambar (foto), film (video) dan lain sebagainya
yang kesemuanya saling bersinergi untuk mencapai tujuan pembelajaran yang
dirumuskan sebelumnya. Kemudian, ketika multimedia pembelajaran dipilih,
dikembangkan dan digunakan secara tepat dan baik, maka akan memberi manfaat
yang sangat besar bagi para guru dan peserta didik.
Desain dan penggunaan
multimedia yang efektif guru harus memahami kelebihan, keterbatasan, dan
strategi yang diperlukan untuk mengintegrasikan multimedia (audio, video, teks,
dan visual) ke dalam pengajaran. Seorang guru perlu memahami variabel-variabel
yang mempengaruhi bagaimana peserta didik menafsirkan sumber belajar multimedia,
bagaimana multimedia meningkatkan pembelajaran, dan strategi utama bagi guru
dan peserta didik untuk membuat audio, video, teks, dan visual yang bermakna.
Media yang dapat dikombinasikan dalam pembelajaran adalah sebagai berikut :
1.
Media
Audio
Media pembelajaran audio
membutuhkan pendegaran dengan perhatian penuh dan menguraikan komponen pesan
penting untuk terhubung dengan pengetahuan sebelumnya, serta untuk menghasilkan
komunikasi audio yang bermakna. Contoh media pembelajaran audio yaitu dari
musik, podcast, wawancara, radio dan lain-lain. Berikut ini keuntungan dan
keterbatasan menggunakan media audio :
|
Media
audio |
|
|
Keuntungan |
Keterbatasan |
|
· Mudah digunakan · Murah · Meragsang
imajinasi · Memberikan pesan
lisan · Memberikan
informasi terkini · Mendukung
pembelajaran bahasa asing · Mudah disimpan |
·
Permasalahan pada hak cipta ·
Tidak memantau perhatian ·
Kesulitan dalam menentukan kecepatan ·
Konten materi tetap |
Jenis-jenis audio digital yang dapat
digunakan dalam pembelajaran:
·
Steraming audio(mp3), perangkat lunak yang
dibutuhkan untuk memutar file audio MP3, seperti Windows Media Player, Spotify,
dan iTunes, secara gratis dan biasanya diinstal pada sebagian besar perangkat
digital.
·
Podcast. Podcast menyediakan
berbagai sumber audio untuk mendukung pembelajaran peserta didik.
·
Radio internet
Integrasi media Audio
Peserta didik dapat melakukan
perekaman audio digital untuk membuat siaran berita, mendengarkan dan berlatih
berbicara bahasa asing, melakukan wawancara, merekam lagu burung, atau
memanipulasi suara lain yang diperlukan untuk pengalaman pendidikan. Penting
bagi peserta didik untuk merencanakan produk audio dengan cermat dengan menulis
dan mengedit narasi sebelum memproduksi rekaman audio. Catatan dapat
ditambahkan untuk jenis efek khusus atau musik yang akan disertakan serta saran
waktu kapan harus menambahkan musik dan berapa lama. Perangkat lunak khusus
memungkinkanpeserta didik untuk menambahkan musik dan efek suara ke kreasi
digital mereka sebagaimana ditentukan pada catatan mereka. Penting untuk
mengikuti pedoman hak cipta saat bekerja dengan musik, seperti yang terlihat di
kotak Kekhawatiran Hak Cipta. Dua contoh perangkat lunak perekaman audio adalah
alat musik antarmuka digital (MIDI) dan perangkat lunak synthesizer digital..
2. Media Video
Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari
pembelajaran dengan menggunakan media video yaitu :
a. Peningkatan keterlibatan dan motivasi peserta
didik
b. Penugasan
produksi Video Kreasi peserta didik juga selaras untuk mendukung pencapaian
standar belajar peserta didik membangun keterampilan nyata yang diperlukan
untuk karir abad ke-21
c. dapat
digunakan di semua lingkungan pembelajaran dengan seluruh kelas, kelompok
kecil, dan individu.
Berikut
ini keuntungan dan keterbatasan media video dalam pengajaran:
|
Media
video |
|
|
Keuntungan |
Keterbatasan |
|
· gambar bergerak
memiliki keunggulan yang jelas dibandingkan visual diam · Pengamatan bebas
risiko · Dramatisasi · Pembelajaran
afektif · Penyelesaian
masalah · Pemahaman budaya |
·
Kecepatan tetap ·
Ketidakcocokan video dengan topik ·
Tingkat kompleksitas video ·
Video kurang tepat dalam menyajikan informasi
abstrak dan nonvisual |
Integrasi video dalam proses pembelajaran:
Pemutaran materi di kelas dengan proyektor
digital atau TV layar besar, pemutaran materi secara kelompok kecil di laptop
atau tablet, dan pemutaran secara individu atau berpasangan di smartphone.
Adapun dalam proses pemutaran materi tersebut,peserta didik dapat diarahkan
untuk melihat video secara “kritis” dengan mengajukan pertanyaan yang
mengharuskan peserta didik untuk menganalisis dan mengkritisi tentang konsep
inti. Ketika merencanakan pelajaran, guru harus dapat memanfaatkan berbagai
fitur video yang akan membantu meningkatkan level belajar peserta didik,
seperti kemampuan untuk menggambarkan gerakan, proses pertunjukan, menawarkan
pengamatan bebas risiko, memberikan dramatisasi, dan mendukung pembelajaran
keterampilan. Video juga mesti dirancang untuk membangun pembelajaran afektif,
memperkenalkan sketsa pemecahan masalah, dan mengembangkan pemahaman budaya dan
membangun kesamaan.
Jenis video pendidikan
1.
Dokumenter
Video
dokumenter membahas fakta, bukan fiksi atau versi fiksi dari fakta. Film
dokumenter berusaha untuk menggambarkan kisah yang pada dasarnya benar tentang
situasi dan orang-orang yang nyata.
2.
Dramatisasi; Media video merupakan tempat
yang sangat baik untuk membangun karakter dan sikap peserta didik yang positif
mengenai hal tersebut bidang-bidang seperti multikulturalisme, disabilitas,
harga diri, emansipasi, dan kerja sama
3.
Dongeng; Mendongeng adalah keterampilan
yang penting untuk berkembang pada peserta didik dari segala usia. Mendongeng
digital memungkinkan peserta didik untuk menjadi kreatif sambil mengembangkan
keterampilan literasi visual, keterampilan menulis, dan keterampilan produksi
video mereka.
4.
Virtual
field trips; Dalam tur virtual peserta didik dapat
mengikuti tur perjalanan ke suatu tempat hanya dengan visualisasi video dan
audio dengan memanfaatkan teknologi Virtual Reality.
3. Media
Teks
Peserta didik
dapat menemukan teks melalui materi cetak dan digital seperti buku teks, buku
fiksi dan nonfiksi, surat kabar, buklet, pamflet, majalah, panduan belajar,
manual, dan lembar kerja, serta dokumen olahan kata yang disiapkan oleh peserta
didik dan guru. Seperti sumber daya lainnya, penggunaan bahan teks untuk
pengajaran memiliki kelebihan dan keterbatasan. Keuntungan dan kekurangan media
teks dalam pembelajaran terdapat pada tabel berikut ini:
|
Media Teks |
|
|
Keuntungan |
Kekurangan |
|
· Ketersediaan · Fleksibilitas · Portabilitas · Mudah digunakan · Personalisasi |
·
Tingkat bacaan ·
Kosakata ·
Presentasi satu arah |
Integrasi media teks dalam pembelajaran :
Dengan berbagai tugas
tersebut, peserta didik dapat mengintegrasikan bahan teks tambahan pada topik
tertentu yang tidak tercakup dalam buku teks. Guru, selain bertanggung jawab
untuk menemukan sumber teks yang mendukung dan meningkatkan pembelajaran pada
peserta didik dan pencapaian hasil belajar, juga memastikan bahwa peserta didik
memahami pesan yang dimaksudkan dari sumber tersebut. penting bagi peserta didik
untuk terlibat dalam kesempatan untuk terus meningkatkan tingkat pemahaman
ketika membaca teks yang cenderung kompleks. Dengan demikian, guru harus mampu
membantu peserta didik dalam "membuat peningkatan jumlah koneksi antara
ide dan teks.
Jenis-jenis sumber daya media teks:
a.
Teks sastra, contohnya: cerita, drama,
puisi, dan mitos
b. Teks informasi, contohnya: buku teks dan sumber non-fiksi (seperti artikel, jurnal)
4.
Media
Visual
Media pembelajaran visual memiliki
keuntungan dan keterbatasan dalam penggunaan pembelajaran di kelas, berikut ini
keuntungan dan keterbatasan media visual:
|
Media visual |
|
|
Keuntungan |
Keterbatasan |
|
1.
Ketersediaan 2.
Rentang bahan 3.
Kemudahan persiapan 4.
Murah 5.
Kemudahan penggunaan 6.
Interaktivitas 7.
Semua peserta didik memiliki persepsi yang sama |
1.
Dua dimensi 2.
Terlalu banyak teks dalam satu visual 3.
Terkadang membutuhkan perangkat keras besar 4.
biaya |
Integrasi media visual
· membuat
ide abstrak ke konkret, misalnya serangkaian manik-manik yang terhubung untuk
menunjukkan model DNA.
· Media
visual yang memotivasi, Misalnya, saat mengajar pelajaran sejarah, tunjukkan
foto secara berurutan dari waktu ke waktu atau gambar telepon engkol sebelum
ponse
· Menyederhanakan
informasi yang sulit dipahami, misalnya dengan menggunakan diagram atau bael.
Jenis media visual
1.
Representasi.
Contohnya foto berwarna
2.
Mnemonik
3.
Organisasi, bagan klasifikasi atau bagan alur
4.
Transformasi, contohnya gambar animasi
5.
Interpretif, contohnya diagram skema sirkuir listrik atau piramida
makan
Komentar
Posting Komentar